Bila Konsumen Mengeluh Harga Produkmu Mahal, Lakukan Ini

Bila Konsumen Mengeluh Harga Produkmu Mahal, Lakukan Ini
Bila Konsumen Mengeluh Harga Produkmu Mahal, Lakukan Ini

Kemajuan teknologi membuat konsumen semakin mudah mendapat informasi dan berbagai pengalaman. Sebelum memutuskan membeli produk atau layanan, mereka akan mencari informasi, fitur, manfaat dan membuat perbandingan harga.

Bila ternyata produkmu termasuk mahal, jangan khawatir. Pakar Manajemen Bill Green memberikan cara mengatasinya. Kamu harus tahu bahwa inti bisnis adalah membangun merek.

Kamu tak hanya sekadar menjual barang murah atau mendapat selisih dari harga jual dengan biaya produksi. Perusahaan-perusahaan yang hanya bertujuan mendapat untung, katanya, tak akan dapat bertahan.

Dalam tulisannya di Inc-Asean, Bill menyarankan, bangun layanan pelanggan. Melalui layanan pelanggan, kamu bisa memberikan nilai tambah untuk bisnismu.

Dalam bisnis penyaluran pinjaman misalnya, semua perusahaan menawarkan pinjaman dengan tenor dan tingkat bunga sama. Untuk mengatasinya, Bill mencontohkan kasus pada salah satu perusahaannya, LendingOne. Di perusahaan itu, Bill melayani pelanggan dengan pendekatan personal.

Pengajar program pelatihan dan pengembangan pemasaran Lewis Fogel menambahkan, ketika membeli suatu produk, pelanggan memiliki empat alasan. Yakni, punya masalah yang perlu diperbaiki, ingin mengantisipasi masalah di masa mendatang, ingin memenuhi kebutuhan atau keinginan dan investasi sekarang untuk menuai hasil di masa depan.

"Untuk membedakan produkmu dengan pesaing, gunakan istilah dan contoh yang berbeda dengan yang lain. Bila menggunakan istilah yang sama, produk akan terlihat sama," katanya dilansir Inc-Asean.

Selanjutnya, dengarkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan. "Jadi, bukan hanya memberi pernyataan singkat dan normatif," tambahnya. Bila pelanggan bertanya mengapa harus menggunakan produk atau layananmu, Fogel menyarankan, jawab dengan jujur.

Jawaban ini tergantung bagaimana hubunganmu dengan klien. Pada intinya, kamu dapat menekankan jawabanmu pada nilai tambah. Pada akhirnya, kata Fogel, membangun nilai bukan sekadar perkara menjual produk, juga pemahaman dan cara berkomunikasi.

Melalui hal tersebut, kamu bisa memasukkan perspektif biaya produksi. Semoga sukses.

MORE FROM MY SITE