Mematahkan Stigma Pada Generasi Baru Penerus Bisnis Keluarga

Mematahkan Stigma Pada Generasi Baru Penerus Bisnis Keluarga

Dalam bisnis keluarga, tiap generasi punya peran masing-masing. Namun, stigma yang melekat adalah, generasi ketiga menjadi penghancur bisnis keluarga sementara generasi pertama susah payah membangun dan generasi kedua hanya menikmati.

Dus, generasi ketiga menjadi penentu eksistensi sebuah bisnis keluarga. Bila generasi ketiga tidak menghancurkan bisnis, maka bisnis akan langgeng ke depan. Salah satunya adalah Nararya Ciputra Sastrawinata.

Penerus raksasa properti Grup Ciputra ini adalah anak Rina Ciputra Sastrawinata dan Budiarsa Sastrawinata, anak pertama Ir. Ciputra. Anak bungsu Rina Ciputra ini kini sedang mengerjakan proyek Grand Shenyang seluas 300 hektare di Tiongkok.

Alumni United World College of South East Asia 2004 itu menjabat Associate Project Director di Grand Shenyang. Rencananya, proyek tersebut akan selesai dalam 10-12 tahun. Untuk memperkaya pengalaman di dunia bisnis, pemegang gelar Master of Engineering itu bekerja di berbagai perusahaan sebelum masuk Grup Ciputra.

Namun, Nararya tak hanya fokus mengembangkan bisnis keluarga saja. Dia mendirikan perusahaan modal ventura Indogen Capital bersama temannya karena melihat bisnis properti bisa berkembang dengan berbagai cara.

"Itulah mengapa saya memutuskan mendirikan modal ventura bersama teman-teman di luar bisnis keluarga. Saya rasa ini metode saya melakukan lebih banyak pengembangan," sebutnya seperti dikutip CNBC.

Lionel Leong dari Malaysia menempuh jalan serupa. Ia adalah anak pemimpin perusahaan properti terbesar (Mah Sing Group) di Malaysia, Leong Hoy KumBersama Rachel Lau dan Raja Hamzah Abidin, Lionel mendirikan RHL Ventures dengan target menjadi lembaga investasi independen terbesar di Asia Tenggara.

"Cara perusahaan rintisan mendapat dana itu sangat efisien. Saya ingin membawa unsur itu ke dunia bisnis," pungkas Leong.

MORE FROM MY SITE