Mie Instan Berhasil Bikin Orang Ini Miliki Harta Rp 75 T (1)
A- A+

Di Indonesia, Indofood sudah sangat terkenal. Anthony Salim menjadi pengusaha nasional terkaya ketiga di Indonesia berkat mie instan. Bos Indofood ini memiliki kekayaan mencapai US$ 5,4 miliar (Rp 75,4 triliun).

Menurut laporan Forbes, pada tahun ini, kekayaan Anthony turun US$500 juta dibanding tahun lalu yang mencapai US$5,9 miliar. Kekayaan Anthony berasal dari banyak sektor bisnis yang ia jalankan.

Seperti diketahui, Salim Group memiliki banyak lini usaha, termasuk Salim Palm Plantation, Indocement, Indomaret, Indomobil Super Indo, dan yang paling terkenal adalah Indofood yang memproduksi banyak produk makanan, termasuk mie instan.

Salim Group juga memiliki anak perusahaan produsen terigu terbesar di Indonesia, yakni Boga Sari dan produsen mie instan terbesar di dunia, Indomie. Produk Indomie bahkan sudah sangat mendunia.

Produk ini tak hanya ada di Indonesia, pabriknya juga dibangun di luar negeri. Indofood juga punya anak usaha di bidang minuman ringan, PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang banyak melakukan aksi korporasi mengembangkan sayap bisnis, termasuk akuisisi PT Pepsi Cola Indobeverages senilai US$ 30 juta pada 2013 lalu.

Akuisisi ini dilaksanakan PT Indofood Asahi Sukses Beverages (IASB) dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur (AIBM) yang merupakan perusahaan patungan antara ICBP dan Asahi group Holding Southeast Asia Pte Ltd.

Sebagai CEO Salim Group, Anthony dikenal sebagai sosok pekerja keras dan salah satu dari sejumlah orang yang berhasil mempertahankan bisnis setelah sempat mengalami kemunduran kala krisis moneter 1998.

Salim Group sendiri merupakan perusahaan yang didirikan ayahnya, Sudono Salim, pengusaha terkenal kala itu pada 4 Oktober 1972. Sudono juga pernah mendapat predikat salah satu orang terkaya dunia versi Forbes.

Sebelum krisis 1998, Salim Group adalah salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di Indonesia. Asetnya bisa mencapai US$ 10 miliar.

Berlanjut ke bagian kedua.