Trik Jitu Bikin Konsumen Senang
A- A+

Dalam dunia bisnis, memiliki produk unik saja belum cukup untuk memenangkan hati konsumen. Sebab, konsumen berharap produsen memanjakan mereka sebelum dan setelah membeli produk dengan interaksi.

Hal itu akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi konsumen. Misalnya, Starbucks dan Apple. Keduanya tak lagi mengunggulkan produk, mereka menjual pengalaman bersama produk.

Bagi kamu yang sedang merintis usaha, memanjakan konsumen merupakan hal wajib. Jadikan ini sebagai budaya perusahaan untuk memangkas biaya transformasi serta risiko kompetisi. Berikut caranya seperti dilaporkan Forbes.

Fokus pada pengalaman

Manjakan konsumen selama mereka menggunakan produkmu. Misalnya, berikan respon yang cepat, tetapkan tujuan obyektif, dan beri penghargaan (hadiah, bingkisan) sebagai bentuk terima kasih jika memungkinkan.

Tentukan tujuan lebih tinggi

Setelah mendengar kritik dan sara, lakukan evaluasi produk dan pasar termasuk pesaing. Demikian, perusahaan bisa melakukan inovasi untuk menang di pasar. Ingat, kompetisi antar perusahaan sudah terjadi dan konsumen ingin pelayanan kelas dunia. Maka tetapkan tujuan dan lakukan peningkatan.

Pastikan tim paham produk

Memahami produk sendiri merupakan hal penting, mulai dari budaya, standar produk, hingga tujuan. Karena ini akan berkaitan dengan laba nantinya. Jadi, tim harus bisa memberi alasan pada konsumen mengapa mereka harus membeli produkmu.

Lihat sisi positif konsumen

Kemajuan teknologi membuat proses komunikasi bergeser. Dulu, perusahaan berkomunikasi dengan konsumen lewat surat dan kolom pembaca di koran. Kini, konsumen bisa melayangkan keluhan kapan saja di media sosial bila produk dianggap mengecewakan.

Jangan abaikan dan lihat sisi positifnya. Jadikan keluhan mereka sebagai bahan peningkatan ke depannya.

Survei kecil-kecilan

Kegiatan survei memang memakan biaya karena skalanya yang besar. Kini, kegiatan ini bisa lebih murah lewat teknologi seperti Survey Monkey, Twitter, atau tanya langsung saat pameran.

Survei berguna untuk pengembangan produk, pembuatan produk baru hingga peningkatan pelayanan.

Kumpulkan cerita pengalaman konsumen

Kisah nyata sangat kuat dibanding pesan pemasaran dari perusahaan. Kumpulkan kisah ini dan sebarkan di media sosial, video, dan situs perusahaan. Jika ada waktu, ajak pelanggan setia memberi testimoni langsung (video) dan berkenalan dengan tim perusahaan untuk lebih mendekatkan konsumen dengan produsen.