Berencana Liburan ke Luar Negeri? Jangan Buru-buru Tukar Uang
A- A+

Banyak orang memanfaatkan akhir tahun untuk bersantai dan berlibur. Bagi kamu yang akan pergi ke luar negeri, sudah mempersiapkan dana dalam bentuk mata uang asing? Menukarkan rupiah ke mata uang asing pun perlu hati-hati.

Terlebih lagi bila kamu melakukannya dalam jumlah cukup besar. Jangan sampai kamu rugi akibat selisih nilai tukar yang cukup besar. Simak beberapa poin penting ini sebelum menukar uang seperti dilansir Kompas.com.

Hitung Jumlah Kebutuhan Uang

Penting membawa uang dalam jumlah cukup ketika ke luar negeri. Hitung kebutuhan uang selama perjalanan agar lebih mudah dalam menentukan jumlah uang yang perlu kamu tukarkan nanti.

Pastikan, jumlah tersebut mencukupi kebutuhan makan, transportasi, akomodasi, belanja dan lainnya. Jangan lupa, siapkan juga dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga.

Pilih Tempat Penukaran yang Tepat

Hindari menukarkan uang di bandara karena nilai tukar uang bisa lebih rendah. Pilih money changer sebagai tempat menukar uang mengingat tempat ini bias memberi nilai tukar lebih tinggi dibanding tempat penukaran lain. Luangkan waktu mencari money changer terpercaya.

Cermati Waktu Penukaran

Tukarkan uang ketika kurs cukup stabil. Kamu bisa memantau kurs di laman resmi perbankan atau Bank Indonesia (BI). Menukarkan uang di awal pekan, bisa juga dijadikan pertimbangan, mengingat saat-saat ini kurs cenderung stabil, terutama pagi hari.

Kamu juga bisa menukarkan uang beberapa hari sebelum keberangkatan. Jika ternyata akan bepergian di musim liburan, nilai kurs biasanya akan sedikit lebih naik. Hindari menukar uang dengan terburu-buru, terutama saat di bandara.

Pahami Selisih Nilai Tukar

Beberapa mata uang memiliki selisih nilai tukar cukup tinggi terhadap rupiah, seperti Euro atau bahkan Baht Thailand. Jika berniat pergi ke negara yang menggunakan mata uang seperti ini, pertimbangkan kembali masalah nilai tukar yang tinggi ini.

Jangan sampai kamu mengalami kerugian. Khususnya bila kamu berencana menukarkan uang dalam jumlah cukup banyak. Daripada menukarkan uang secara langsung, jauh lebih baik menukarkannya terlebih dahulu menjadi Dollar Amerika Serikat (USD).

Setelah itu, baru tukarkan menjadi Euro atau mata uang lain yang selisih nilai tukarnya tinggi.

Tukar Kembali ke Rupiah

Setelah pulang liburan, bila masih ada sisa cukup banyak dan tak ingin menyimpan mata uang asing, tukarkan kembali uang ke dalam rupiah, terutama jika memang jarang bepergian ke luar negeri.

Apabila ingin menukarkan kembali uang ke rupiah, sebaiknya tukarkan saat masih di luar negeri. Beberapa negara justru bisa memberi nilai tukar lebih tinggi dan menguntungkan. Namun, jika kamu memiliki rencana atau sering ke luar negeri, simpan saja uang tersebut.

Luangkan Waktu Menukarkannya

Menukarkan uang ke mata uang asing memang bukan pekerjaan sulit. Namun, hal ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengalami kerugian akibat selisih nilai tukar yang tinggi.

Luangkan waktu secara khusus untuk pekerjaan ini sehingga kamu bisa mendapat nilai tukar terbaik.