Cermat Manfaatkan Bunga Kartu Kredit yang Sedang Rendah (2)
A- A+

Eko menyebutkan, kondisi keuangan masuk kategori sakit bila total tagihan sudah melebihi tiga kali penghasilan pemilik kartu kredit. “Kalau tagihan sampai lima kali penghasilan, utang kartu kredit akan jadi petaka bagi pemiliknya,” tegas Eko.

Menurut Budi, jika besar cicilan mencapai lebih dari 30% pemasukan, pembayaran kartu kredit sudah benar-benar tidak sehat. Agar kemampuan membayar tetap sehat, pemakaian sebaiknya tak melebih 50% batas kartu kredit.

Sebab, bila penggunaannya lebih dari itu, pengguna perlu mewaspadai pemakaian berikutnya. “Lunasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya kembali,” imbuh Budi. Sejatinya, persentase tesebut tak bisa dijadikan patokan dasar pemakaian yang ideal.

Sebab, kata Budi, besar batas kartu kredit akan terus mengalami selama pembayaran lancar. Rakhmi pun sependapat, pemakaian ideal kartu kredit tak diukur dari persentase batas kartu kredit. Sebab, batas kredit tak mencerminkan kemampuan pemilik kartu kredit.

“Apalagi, sekarang batas kredit bisa diakali. Bikin kartu kredit pun mudah asal punya kartu kredit sebelumnya,” katanya. Terlebih lagi, banyak pemilik kartu kredit menggunakan kartu kredit untuk membayar tagihan bulanan, mulai dari premi asuransi hingga TV berbayar.

Hal tersebut membuat penentuan penggunaan ideal kartu kredit menjadi agak sulit. Kecuali, batas kredit sesuai dan pas dengan penghasilan pemilik kartu kredit. Rakhmi menekankan, bila memang terpaksa mencicil pelunasan tagihan, mulai dengan menghentikan pemakaian kartu kredit.

Demikian, tagihan tak bertambah bengkak. “Mau digunting kartu kreditnya juga boleh,” kata Rakhmi. Maklum, bagi yang sudah keenakan mencicil, mereka bisa tak sadar kalau tagihan kartu kredit sudah di luar kemampuan.

Apalagi, cicilan kartu kredit lebih banyak cicilan untuk hal senang-senang, bukan kebutuhan. Senada, Budi bilang, tahap pertama bila terpaksa mencicil pelunasan tagihan adalah menghentikan pemakaian kartu kredit.

Selanjutnya, fokus melunasi tagihan. Kedua, bayar cicilan bulanan dengan besaran semaksimal mungkin agar tempo pelunasan tak terlalu lama.

Restrukturisasi utang

Sebagai fasilitas kredit, Budi menjelaskan, kartu kredit masuk pinjaman berbunga tinggi bersifat konsumtif. Jadi, penggunaan sebaiknya dibatasi. Bila terpaksa mencicil pelunasan tagihan, pembayarannya usahakan tak lebih dari 15% pendapatan bulanan.

“Jangan lupa, lama mencicil tak boleh lebih dari enam bulan untuk mengendalikan pemakaian. Idealnya tiga hingga enam bulan saja,” ujar Budi. Jika terlanjur terjebak cicilan lebih dari enam bulan, Eko menyarankan, tetap cicil sampai lunas dan tak perlu memikirkan jangka waktu.

“Bayar cicilan tidak hanya 10%, maksimal 30% tagihan,” imbuh Eko. Atau, bisa dengan restrukturisasi utang. Misalnya, minta keringanan bunga dan jangka pelunasan lebih lama ke bank penerbit kartu kredit.

Bisa juga menutup semua tagihan kartu kredit yang menumpuk dengan fasilitas pinjaman lain seperti kredit tanpa agunan (KTA) yang lebih rendah bunganya. “Mengubah dalam bentuk cicilan tetap sesuai kemampuan dengan bunga yang lebih kecil juga bisa menjadi solusi,” kata Budi.

Ke depan, agar tak lagi terjebak utang, batasi jumlah kartu kredit. Menurut Eko, maksimal hanya punya dua keping kartu kredit. “Satu untuk transaksi, pembelian atau pembayaran rutin. Satu lagi pembayaran tagihan rutin dan sarana dana cadangan,” pungkasnya.