Hati-Hati, Kondisi Ini Bisa Membuat Hasrat Belanja Tak Terkendali
A- A+

Kegiatan berbelanja memang menyenangkan. Bahkan, dalam beberapa kasus, belanja menjadi dalang sulitnya seseorang menabung. Dalam buku Buyology, Trut and Lies About Why We Buy, Martin Lindstrom mengungkap beberapa hal pendorong keinginan belanja.

Ahli pemasaran itu menyebutkan, keinginan belanja seseorang terkait hal-hal yang mungkin tampak tidak berhubungan. Simak berikut seperti dikutip liputan6.com.

Lapar
Saat belanja, perut memang harus kenyang. Sebuah hasil studi pada 2008 mengungkap, orang lapar lebih impulsif dalam menghabiskan uang. Saat lapar, otak akan mengirim sinyal untuk mendapat makanan agar perut kenyang.

Kamu tak akan berpikir ulang untuk membeli dan mendapat sesuatu dalam kondisi ini, termasuk harga yang lebih mahal sekalipun.

Tidak dekat dengan Tuhan
Percaya atau tidak, tingkat keimanan juga berhubungan dengan hasrat belanja. Gavan Fitzsimo dari Duke University menyebutkan, kaum sekuler ternyata lebih boros dalam pengaturan uang.

Kaum sekuler, katanya, juga tak akan berpikir dua kali ketika membeli barang bermerek untuk menunjukkan jati diri. Menyukai barang bermerek otomatis membuat mereka lebih boros dibanding bila mereka menyukai barang umum.

Sedih
Siapa sangka perasaan ini membuat seseorang lebih royal dalam belanja dan menghabiskan uang. Karena ingin menghilangkan rasa sedih dengan cepat, mereka tak segan dalam menggunakan uang. Jadi, hindarilah belanja saat sedih.

Belanja dengan Teman
Saat berbelanja dengan teman, secara tidak sadar, kamu juga akan lebih boros. Mungkin kamu terpengaruh gaya hidup, pilihan atau saran. Saat pergi bersama, kamu berbelanja barang dari sisi keuangan, bukan kebutuhan.

Belanja Searah Jarum Jam
Hal ini mungkin terdengar tak masuk akal. Namun, menurut Lindstrom, kebanyakan mal atau pusat perbelanjaan memiliki pintu masuk di sebelah kanan dan kasir di sebelah kiri. Penataan ini bukan tanpa maksud.

Bentuk ruangan yang mengharuskan pengunjung berjalan melawan jarum jam ternyata membuat mereka belanja lebih banyak dan mau berlama-lama di mal. Cobalah mengubah kebiasaan belanjamu dengan berjalan searah jarum jam.