Ingin Masuk ke Investasi Emas? Kenali Untung Ruginya
A- A+

Sejak dulu, emas dianggap menjadi alat investasi aman dan menguntungkan. Secara tenor, emas cocok untuk jangka pendek maupun menengah. Bila ditarik data 10 tahun, investasi emas bisa memberi imbal hasil hingga 18% per tahun.

Sementara sebagai alat lindung nilai, perhitungan konservatif emas adalah kenaikan harga 15% per tahun. Karena itu, emas sering disebut sebagai safe haven. Perencana Keuangan Pandji Harsanto menyebut, emas punya banyak keunggulan.

Kenaikan tahunan emas biasanya lebih tinggi dari inflasi. Karena itu, menyimpan emas tidak akan membuat nilai investasi tergerus inflasi tahunan. Sudah pernah mencoba survei karakter investasi?

Bila masuk kategori tidak sanggup menerima risiko kerugian investasi besar, kamu termasuk investor konservatif. Emas, bisa menjadi pelindung aset sesuai tipe konservatif. Kalau kamu sedang menabung untuk dana darurat atau pendidikan anak di jangka pendek, emas juga efektif.

Nilai gadai emas pun cukup tinggi, sekitar 90% dari nilai jualnya. Hal ini membuat kamu leluasa mengatur ulang kebutuhan bila terjadi hal-hal di luar rencana. Meski demikian, kita juga tidak boleh menutup mata akan kekurangan emas.

Menyimpan emas butuh tempat aman dan khusus. Brankas rumah bisa menjadi salah satu alternatif. Namun, tempat paling baik adalah safe deposit box di bank. Bila kamu berinvestasi mobil, properti, atau reksa dana, kamu punya surat kepemilikan sah.

Namun, tidak dengan emas. Bila terjadi sesuatu dengan simpanan emasmu, secara otomatis, kepemilikan emas berpindah tangan. Karena itu penyimpanan emas harus dilakukan secara aman.

Saat ini, berinvestasi emas juga menjadi lebih mudah dan murah. Beberapa lembaga keuangan seperti perbankan syariah juga sudah memiliki produk menabung emas. Tidak perlu banyak, kamu pun bisa mencicilnya.