Investasi di Obligasi Ritel Kini Semakin Mudah
A- A+

Sudah paham mekanisme dan keuntungan investasi di Surat Berharga Negara (SBN) ritel? Di tengah fluktuasi pasar keuangan yang tinggi, investasi obligasi seperti ini, khususnya obligasi pemerintah, punya peluang imbal hasil yang menarik dibanding saham.

Di tiap seri penerbitan SBN, pemerintah menjadi penjamin pembayaran seluruh utang pokok beserta bunga tahunan pada pemegang SBN. Investasi SBN ritel sendiri cocok untuk tujuan keuangan di jangka menengah atau panjang.

Bila tertarik, saat ini pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (DJPRR Kemenkeu) mempermudah skema investasi SBN Ritel.

Mulai tahun depan, kata Direktur Surat Utang Negara DJPRR Kemenkeu Loto S Ginting, sistem penjualan SBN Ritel sudah melalui daring (online). Selama ini, penjualan SBN Ritel hanya melalui agen penjual SBN seperti perbankan dan sekuritas.

Pemerintah, kata Loto, akan menggandeng perusahaan finansial berbasis teknologi (fintek). "Semua nanti online, sekarang kami sebut namanya agen penjual. Nanti, kami akan ubah menjadi mitra distribusi SBN ritel online atau MIDIS," kata Loto seperti dilansir Bisnis Indonesia.

Tak hanya itu, sebelumnya, bila kamu investasi di SBN Ritel, setidaknya kamu harus menyiapkan Rp5 juta sampai Rp100 juta untuk satu kepemilikan SBN. Ke depan, pemerintah mengkaji untuk menurunkan besar pecahan SBN Ritel.

“Sekarang, kami mendapat masukan bisa lebih kecil sampai Rp100 ribu, kelipatan Rp100 ribu. Tetapi, kami masih koordinasi apakah Rp100 ribu dan kelipatannya sudah (menjadi) struktur yang optimal. Saat ini, sistem sudah bisa mengantisipasi
kelipatan Rp100 ribu” lanjutnya.

Demikian, katanya, kepemilikan SBN bisa lebih murah seperti kepemilikan di Obligasi Ritel Indonesia (ORI) maupun reksa dana dari manajer investasi (MI). Begitu juga dengan tenor atau waktu investasi.

Menurut hemat Loto, tenor investasi SBN ritel adalah sekitar 2-3 tahun. Tahun ini, pemerintah mengeluarkan SBN Ritel seri 0014 dan Kemenkeu menargetkan memperoleh dana sebesar Rp13,39 triliun dari penerbitan SBN Ritel ini.

Tingkat kupon (bunga) yang ditawarkan sebesar 5,85% per tahun. Menariknya, menurut data DJPRR, data pemesan SBN Ritel dari sisi profesi lain mengalami peningkatan. Dari profesi lain-lain, tiga besar profesi yang banyak memesan SBN Ritel adalah wiraswasta, pegawai swasta dan ibu rumah tangga.

Apakah kamu termasuk salah satunya?