Lebih Murah Punya Anak di Usia 26 atau 36? (1)
A- A+

Pada masa ketika kamu memulai sebuah keluarga, masa ini akan memiliki pengaruh besar pada seberapa besar pengeluaranmu. Bila kamu sedang memikirkan untuk memulai keluargamu sendiri, maka kamu setidaknya pernah mendengar nasihat ini.

“Tak ada waktu yang tepat untuk memiliki anak, yang ada adalah, kamu harus berani menghadapinya.”

Tak bisa dipungkiri bahwa keputusan ini sama pentingnya ketika membuat keputusan keuangan. Mengasuh anak bisa sangat mahal. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat, rata-rata biaya asuh anak seumur hidup mencapai lebih dari US$245 ribu (Rp3,3 miliar) menurut Kementerian Pertanian AS.

Hal ini akan membuatmu bertanya-tanya, apakah masuk akal memiliki anak di usia dua puluhan, sehingga kamu bisa mengatasi pengeluaran-pengeluaran terkait anak lebih awal. Atau, memiliki anak di usia tiga puluhan di saat keuanganmu sudah lebih stabil.

Tentu, tak ada jawaban umum untuk pertanyaan ini.

Namun, untuk membuat tebakan yang pintar, ada dua kasus orang tua yang ingin memiliki anak yang kemudian faktor keuangan utamanya diamati, seperti pensiun, biaya sekolah dan biaya asuh anak.

Pasangan pertama memiliki usia 26 tahun yang merupakan usia rata-rata wanita memiliki anak pertamanya, menurut Center for Disease Control and Prevention. Pasangan ini memiliki pendapatan gabungan US$73 ribu (Rp976 juta) dan masih proses melunasi utang sekolah.

Pasangan kedua memiliki  usia 36 tahun dan memiliki keuangan yang stabil. Pendapatan pasangan ini tumbuh stabil dan bila dipadukan mencapai US$120 ribu (Rp1,6 miliar). Utang sekolah pasangan ini segera lunas dan siap memiliki anak.

Lalu, pasangan mana akan memiliki kinerja keuangan lebih baik, bila memiliki anak? Berikut pembahasannya dari profesional keuangan di bagian kedua.