Perlukah Punya Rekening Bersama Saat Pacaran?
A- A+

Pacaran adalah tahap penjajakan untuk mengenal pasangan lebih dalam dengan harapan hubungan tersebut bisa berlanjut ke jenjang pernikaha. Namun, kadang ada beberapa pasangan yang menanggapinya lebih serius.

Mereka sudah memiliki perencanaan keuangan melalui rekening bersama. Rekening tersebut akan berfungsi sebagai tabungan pranikah, resepsi, atau tabungan untuk bisnis kalau sudah menikah kelak.

Lalu, apakah langkah semacam ini dibenarkan? Sebagai pertimbangan, berikut sisi positif dan negatif memiliki rekening bersama sejak pacaran seperti dilansir liputan 6.com.

Dampak Positif

Pertama, rekening bersama bisa membantu mengenal kebiasaan pasangan dalam mengatur keuangan sejak dini. Dari proses ini, kamu akhirnya tahu alasan pacarmu selalu kehabisan uang di akhir bulan.

Selain itu, kamu juga bisa tahu alasan pasanganmu begitu loyal dengan membeli banyak barang untuk orangtua. Hal-hal seperti ini sulit diketahui jika kamu tak pernah mengelola keuangan bersama-sama.

Kedua, rekening bersama mampu meningkatkan komitmen masa depan dan tanda keseriusan. Dari sini, kamu bisa mulai mendiskusikan apa saja yang perlu dilakukan agar tabungan bertambah dan apa saja yang perlu dipangkas untuk berhemat.

Bila sudah berkomitmen, kamu juga harus siap menerima konsekuensinya, yaitu lebih banyak menabung dan lebih hemat dalam keseharian.

Ketiga, bisa meningkatkan kemauan menabung bila sama-sama ingin menuju pernikahan atau membuka bisnis bersama. Besar biaya untuk menjalin kehidupan berumah tangga akan membuatmu lebih realistis.

Siap-siap menentukan prioritas dalam berbelanja, mulai dari rumah hingga mobil pribadi.

Dampak Negatif

Pertama, rekening bersama memicu munculnya masalah keuangan. Artinya, keuangan itu sendiri bisa menjadi sumber masalah. Ada kalanya kamu dan pasangan akan berseberangan dalam mengatur keuangan di rekening bersama.

Hal itu akan menimbulkan pertengkaran. Pertengkaran ini bisa memicu keretakan dalam hubungan.

Kedua, bisa menimbulkan prasangka dari pihak ketiga. Meski tujuannya baik, rekening bersama bisa dipandang miring oleh keluarga dan teman. Bisa saja mereka curiga pada salah satu pihak.

Ketakutan terbesar mereka adalah jika salah satu pihak bertujuan mengambil keuntungan pribadi. Karena belum ada ikatan jelas, meminta pertanggungjawaban di kemudian hari akan menjadi sulit.

Ketiga, muncul polemik baru bila hubungan berakhir. Meski sudah serius dan berkomitmen, tak ada yang menjamin hubunganmu sampai jenjang pernikahan. Karena itu, sejak awal, kamu dan pasangan harus membuat kesepakatan jika putus hubungan.

Memang terkesan kejam, namun ini penting untuk menghadapi segala kemungkinan di masa depan.