Raih Kesuksesan dengan Menciptakan Pasar Sendiri (1)
A- A+

Tantangan dalam bisnis adalah memasarkan produk. Jadi, jangan langsung senang bila berhasil menciptakan sebuah produk kreatif dan menarik. Sebab, tak sedikit pengusaha akhirnya tersandung karena tak mengetahui cara memasarkan produk ciptaannya.

Dalam hal ini, Direktur Eksekutif Perisai Group Perry Tristianto bilang, kunci suksesnya adalah mampu menciptakan pasar. “Saya tak pernah masuk pasar atau buka outlet di mal, karena itu adalah pasar,” katanya.

Gantinya, Perry lebih memilih menciptakan pasarnya sendiri daripada memasuki pasar yang sudah ada. Sebab, lanjut Perry, menciptakan pasar sendiri akan memberikan keuntungan lebih besar daripada masuk pasar yang sudah ada.

“Karena harga sangat tergantung kita sebagai konseptor, saya lebih senang menciptakan pasar. Bila masuk pasar, artinya kita harus mengikuti harga yang sudah berlaku di pasar itu,” ungkap Perry. Perry sendiri sukses mendirikan bisnis pada 1988 begitu keluar dari perusahaan rekaman tempat ia bekerja.

Selama belum kembali bekerja, Perry akhirnya memilih bisnis kaus melalui jaringan yang ia miliki, termasuk C-59. Kemudian, Perry pun menjual kaus miliknya di seluruh toko kaset yang ada di Indonesia yang tentunya sudah mengenal dirinya.

Langkah ini merupakan salah satu cara Perry menciptakan pasar sendiri. “Jadi, jangan pernah berjualan di tempat yang sama atau sudah ramai,” katanya. Bukti lainnya, Perry berhasil menyulap Jalan Sukajadi yang awalnya sepi menjadi ramai factory outlet.

Setelah Jalan Sukajadi ramai, Perry pun pindah ke Dago dan begitu Dago ramai, ia pindah ke Riau dan begitu seterusnya polanya. Perry juga berhasil membuat kawasan Geger Kalong hingga Lembang menjadi kawasan ramai lewat pendirian Kampung Bakso, Rumah Sosis, Tahu Susu Lembang dan lainnya.

“Padahal dulu kalau bersantap kuliner di Bandung hanya di daerah Dago ke atas,” katanya.

Belajar dari kasus Tahu Susu Lembang yang kini menjadi kegemaran banyak orang, Perry sebenarnya hanya mencampurkan proses pembuatan tahu dengan susu dari Lembang. Demikian, harga jual tahu susu menjadi lebih tinggi, bisa naik Rp2.500 per buah.

Otomatis, omzet penjual tahu bisa meningkat drastis. Kemudian, muncul inovasi dengan memperkenalkan Tahu Mentega. “Saya hanya mengganti nama tahu sutera menjadi tahu mentega. Hasilnya, tahu ini laris di pasaran,” ungkap Perry.

Berlanjut ke bagian kedua.