Benarkah Pria & Wanita Tak Bisa Jadi Rekan Kerja yang Kompak?

Benarkah Pria & Wanita Tak Bisa Jadi Rekan Kerja yang Kompak?

Di kantor, pria dan wanita tentu punya cara kerja yang berbeda. Bila pria lebih paham teknologi, maka wanita terkenal sebagai sosok yang rinci. Meski demikian, kesempatan berkarier bagi keduanya sudah kian setara.

Pertanyaannya, benarkah perbedaan kelamin membuat pria dan wanita tak kompak di kantor? Menggunakan machine learning, hasil survei pada 463 ribu pembaca US Hompage menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tak memberi pengaruh apapun.

Pekerja pria kini tak lagi merasa risih dengan keberadaan rekan wanita di kantor. Diketahui pula bahwa hanya satu dari empat pekerja wanita merasa risi dengan keberadaan rekan kerja pria.

Namun, bila boleh memilih, mereka ternyata lebih nyaman bekerja dengan sesamanya. Sebanyak satu dari lima responden, baik wanita dan pria memiliki jawaban yang sama. Kecenderungan tersebut lebih banyak terjadi pada pria dengan tingkat pendidikan sedang.

"Pria yang lebih senang bekerja dengan pria sebagian besar memiliki pendidikan diploma dan universitas," sebut laporan tersebut.

Kendati di Amerika Serikat (AS) sekalipun, masih banyak stigma yang menyebutkan bahwa wanita tak bisa berpikir layaknya pria. Karena itu, wanita jarang menunjukkan kinerja sebaik pria.

Bahkan, perusahaan sebesar Sodexo sekalipun menyebut bahwa sebuah tim dengan perbedaan kelamin relatif lebih rendah memiliki kinerja lebih bagus. Secara umum, mereka lebih bisa memuaskan konsumen dan membuat perusahaan untung.

Namun, pendiri firma perekrut Atlas Search Peter Riccio punya pendapat sendiri. Di kantornya, Peter menciptakan jadwal fleksibel untuk semua karyawan wanita. Jadwal itu termasuk menghadiri acara sekolah anak, keadaan darurat keluarga dan sebagainya.

Mereka juga mempekerjakan karyawan junior yang lebih banyak bila karyawan senior harus meninggalkan kantor di sore hari untuk kepentingan keluarga. Hal ini, menurutnya, akan menciptakan loyalitas di jangka panjang.

"Bila kamu tak menganggap keragaman jenis kelamin penting, kamu tidak akan mendapat tim terbaik," katanya seperti dikutip Business Insider.

Bagaimana menurutmu?

 

MORE FROM MY SITE