Punya Rumah? Ini Panduan Menghitung Zakatnya
A- A+

Mendekati akhir Ramadan, zakat menjadi salah satu topik hangat. Dalam rukun Islam, zakat menjadi salah satu hal wajib untuk menegakkan syariat. Hitung ulang semua hartamu dan pastikan kamu tidak melewatkan zakat.

Batasan minimal harta wajib zakat adalah satu nisab atau setara 85 gram emas. Jadi, bila kamu analogikan harga emas saat ini setidaknya Rp500 ribu per gram, maka satu nisab setara Rp42,5 juta.

Bila penghasilan atau hartamu lebih besar dari angka tersebut selama setahun, berarti kamu harus mengeluarkan zakat. Bila rumah tinggal masuk komponen hartamu, maka kamu harus menghitung zakatnya.

Sebagian ulama menyebutkan, rumah tinggal termasuk dalam harta tidak wajib dizakati. Sebab, rumah adalah jenis harta yang tidak mengalami an-nuwuw atau pertumbuhan. Hal ini juga berlaku pada tanah yang didiamkan saja dan tidak ditanami apapun.

Kendaraan yang kamu punya, bila tidak menambah penghasilanmu juga tidak wajib kamu bayarkan zakatnya. Bila rumah atau tanah yang kamu miliki disewakan, baru kamu wajib mengeluarkan zakat.

Zakat yang harus kamu keluarkan dari harta yang disewakan dihitung dari besaran uang sewa per tahun. Bukan pada nilai total aset atas rumah atau tanah yang kamu miliki tersebut.

Waktu yang tepat untuk membayar zakat atas harta yang disewakan adalah kapan waktu memanen hasil sewa. Bukan secara tahunan. Jadi, bila kamu mendapatkan uang sewa enam bulan sekali, maka saat itu juga zakat harus segera dibayarkan.