Valentine Merupakan Jebakan Kapitalis Coklat?
A- A+

Sekelompok orang di Jepang berencana melakukan protes di Tokyo atas hari Valentine. Menurut kelompok yang dikenal sebagai Kakuhido (Aliansi Revolusioner Pria dan Wanita Kurang Menarik) ini, hari yang disebut-sebut sebagai hari kasih saying ini merupakan jebakan ‘opresif kapitalis coklat’.

“Sekali lagi, konspirasi Valentine ini didorong oleh kapitalis coklat. Untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah, kami meminta bantuan teman-teman untuk menentang Valentine dan industri romantis rumit lainnya,” kata Kakuhido di laman situsnya.

Kelompok didirikan sejak 2006 lalu oleh Katsuhiro Furusawa yang mulai membaca manifesto komunis setelah ditolak wanita. Saat itu pula, ia menyimpulkan bahwa tidak terkenal oleh lawan jenis merupakan suatu masalah kelas.

“Banyak media masa yang merendahkan mereka yang tidak memiliki pasangan atau tidak sedang jatuh cinta. Cinta yang dibicarakan media masa sebenarnya merupakan cinta komersial. Banyak pihak menggunakan cinta untuk mengubah orang menjadi konsumen,” ujarnya.

Saat ini, Jepang memang sedang dalam krisis romantis, di mana pria dan wanita terlalu sibuk dan tertekan oleh pekerjaan mereka. Protes untuk Valentine kali ini akan menjadi protes terbesar dari kelompok ini.