Punya Prospek Cerah, Banyak Investor Incar Perusahaan Rintisan Lokal
A- A+

Menurut hasil survei Google dan A.T. Kearney, Indonesia adalah negara yang menarik bagi investor. Jadi, bila saat ini kamu sedang membesarkan perusahaan rintisan, kamu punya kesempatan besar mendapat suntikan dana dari investor.

Menurut Country Industry Head Google Indonesia Herry Prihatna, ada enam alasan Indonesia sangat menarik di mata investor. Pertama, ada peningkatan pendapatan per kapita penduduk Indonesia.

Di 2021 mendatang, kata Herry, GDP per capita Indonesia diperkirakan mencapai US$ 5.700 per tahun. Kedua, banyaknya jumlah kelas menengah yang masih memiliki potensi besar untuk naik kelas.

"Ketiga adalah besarnya populasi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan (unbanked)," sebut Herry di BCA Indonesia Knowledge Forum 2017Di samping itu, lanjut Herry, masih ada alasan besarnya angka penetrasi internet dan penggunaan ponsel pintar.

Di 2021 mendatang, Indonesia akan memiliki 148 juta pengguna ponsel pintar. Angka tersebut naik dua kali lipat dibanding kepemilikan ponsel pintar di 2016 sebesar 85 juta.

"Penetrasi gaya belanja secara daring juga menjadi alasan kuat. Di samping itu, masyarakat dengan tingkat pendidikan tinggi ke depannya akan semakin banyak," tambahnya.

Alasan tersebut cukup membuat para investor tertarik dengan perusahaan rintisan di Indonesia. Sebagai informasi, tahun ini, sudah ada tiga perusahaan rintisan lokal mencapai tahap unicorn (valuasi lebih dari US$1 miliar).

Tiga perusahaan tersebut adalah Gojek, Tokopedia dan Traveloka. Mereka mendapat pendanaan super besar dari investor Tiongkok, seperti Alibaba, Tencent dan JD.com.

"Kalau melihat lima tahun lalu, tak ada yang menyangka bahwa Indonesia akan memiliki tiga unicorn," tambahnya. Melihat kesuksesan tiga perusahaan itu, investor global makin optimistis.

Investor, katanya, terutama banyak menanam modal pada perusahaan rintisan di tahap awal (seed/early stage).

"Sampai Agustus 2017, sudah ada 53 perusahaan rintisan Indonesia yang mendapat pendanaan dari investor dengan nilai investasi mencapai US$3 miliar," pungkasnya.