Wih, Beli Rumah Inden Kini Bisa Pakai KPR
A- A+

Aturan yang sebelumnya berlaku adalah, kredit pemilikan rumah (KPR) tidak boleh digunakan untuk rumah inden. Kini, Bank Indonesia (BI) berencana memberi kelonggaran dan membolehkan pembelian rumah inden kedua, ketiga dan seterusnya secara KPR.

“Kami akan mengkaji pembiayaan secara indeks di luar rumah pertama,” kata Gubernur BI Agus Martowardoyo. Selama ini, BI hanya mengizinkan KPR untuk rumah inden untuk pembelian rumah pertama.

Relaksasi KPR ini rencananya akan selesai tahun ini juga. Pelonggaran ini diharapkan mampu meningkatkan penyaluran kredit perbankan. Agus yakin, lewat pelonggaran ini, penyaluran kredit dari singlet digit menjadi double digit di semester kedua.

Secara umum, BI sudah memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 10%-13%.

Selain soal inden, BI juga membuat aturan untuk makroprudensial seperti pelonggaran LTV (Loan to Value) dan menaikkan loan to funding ratio agar kredit perbankan naik. Direktur Konsumer PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Henry Koenaifi mendukung rencana BI tersebut.

Menurutnya, langkah tersebut akan mendongkrak pertumbuhan penyaluran KPR sekitar 1%-2% menjadi 10%. Terlebih lagi, bisnis properti merupakan bisnis kategori padat karya.

Di BCA, porsi KPR dari rumah inden mencapai sekitar 10% terhadap portofolio KPR BCA. “Secara persentase kecil, namun secara nilai besar dan bisa membiayai ribuan rumah,” kata Henry.

Sebagai salah satu pemain besar, BCA mencatat pertumbuhan KPR sebesar 9,3% dengan nilai kredit Rp 59,87 triliun per triwulan I 2016 dibanding periode sama tahun sebelumnya.